Soal PPKn Kelas 10 Bagian 1 Pancasila: Unit 4 Proyek Gotong Royong Kewarganegaraan

Soal PPKn Kelas X Bagian 1 Pancasila: Unit 4 Proyek Gotong Royong Kewarganegaraan

Jawablah soal-soal di bawah ini dengan jawaban yang benar dan tepat! 

a. Apa yang dimaksud dengan gotong royong?

Jawaban:

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata gotong royong bermakna bekerja bersama-sama (tolong-menolong, bantu-membantu). Kata gotong royong sendiri berasal dari bahasa Jawa, yaitu gotong dan royong. Gotong artinya pikul atau angkat. Sedangkan royong artinya bersama-sama. Dengan demikian, secara harfiah gotong royong dapat diartikan mengangkat beban secara bersama-sama agar beban menjadi ringan

b. Ada berapa jenis gotong royong? Sebutkan dan jelaskan!

Jawaban:

Ada dua jenis gotong royong, yaitu:

1) Gotong royong tolong-menolong. Kegiatan gotong royong tolong-menolong bersifat individual; dan

2) Gotong royong kerja bakti. Kegiatan gotong royong kerja bakti biasanya dilakukan untuk mengerjakan suatu hal yang sifatnya untuk kepentingan umum.

c. Apakah makna penting yang ada dalam praktik gotong royong?

Jawaban:

Gotong royong memiliki makna penting, di antaranaya adalah:

1) Gotong royong dapat merekatkan dan menguatkan solidaritas sosial;

2) Gotong royong dapat melahirkan sikap kebersamaan, saling tolong-menolong, dan menghargai perbedaan;

3) Gotong royong dapat meringankan beban orang lain;

4) Gotong royong mampu mengurangi kesalahpahaman;

5) Gotong royong dapat mencegah terjadinya berbagai konflik; dan

6) Gotong royong dapat meningkatkan rasa kerja sama dan persatuan warga. 

d. Sebutkan contoh-contoh praktik gotong royong yang ada di lingkungan sekitarmu!

Jawaban:

Silahkan jawab sesuai dengan kondisi yang ada di lingkungan sekitarmu

Penjelasan:

Budaya gotong royong di Indonesia dapat dilihat dalam berbagai macam bentuk dan istilah yang berbeda sesuai dengan daerah masing-masing. Misalnya di Jawa dikenal dengan istilah sambatan. Sambatan merupakan tradisi untuk meminta pertolongan kepada warga masyarakat untuk membantu keluarga yang sedang membutuhkan bantuan seperti membangun dan memperbaiki rumah, membantu hajatan perkawinan, upacara kematian dan kepentingan-kepentingan lain yang membutuhkan bantuan orang banyak. Uniknya, tanpa diminta untuk membantu, masyarakat akan nyengkuyung (bekerja bersama-sama membantu tetangganya yang memiliki hajat).

Mereka tidak berharap mendapatkan keuntungan material atau berpikir untung-rugi. Mereka memiliki prinsip “loss sathak, bathi sanak” yang kurang lebih artinya: “lebih baik kehilangan materi daripada kehilangan saudara”.

Di Toraja, Sulawesi Selatan, tradisi gotong royong disebut dengan arisan tenaga, yaitu kerja bakti bergilir untuk menggarap sawah atau ladang milik warga. Suku Dayak di Kalimantan juga melakukan tradisi yang kurang lebih sama yang disebut dengan tradisi sa’aelant.

Karena konsep gotong royong mengandung makna bekerja sama secara nyata, maka sudah semestinya kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekedar untuk didiskusikan saja. Lantas bagaimana cara mempraktikkan gotong royong? Ada banyak cara yang dapat kalian lakukan. Kalian dapat memulainya dengan melakukan hal-hal sederhana yang ada di sekitar kalian seperti membantu hajatan tetangga, gotong royong mengatasi masalah lingkungan hidup, gotong royong menyantuni orang miskin dan anak-anak yatim, gotong royong membersihkan kelas, dan sebagainya. Ingat bahwa gotong royong tidak hanya sebatas pada kegiatan bersama yang bersifat fisik saja, tetapi dapat berupa kerja bersama non-fisik seperti mencari solusi bersama atas sebuah persoalan, memberikan gagasan/ide, memberikan bantuan, dan lain-lain.

e. Bagaimana cara mengaplikasikan konsep gotong royong dalam kehidupan sehari-hari?

Jawaban:

Our website uses cookies to enhance your experience.
Accept !